Biaya Pembuatan Lemari Pakaian : HPL, Custom Meja Rias, Cat Duco, Serat Kayu

Selamat datang di website biaya pembuatan lemari pakaian dot com, yaitu website usaha pembuatan lemari pakaian dari bahan multipleks plywood yang bisa dicustom sesuai keingina pelanggan dengan harga yang bervariasi antar jenis custom tersebut. Untuk itu kami akan membahas mengenai seputar pembuatan lemari pakaian yang banyak beredar dan banyak digunakan oleh masyarakat. Artikel ini akan membahas pembuatan lemari pakaian,yaitu biaya pembuatan lemari pakaian hpl, biaya pembuatan lemari pakaian custom meja rias, biaya pembuatan lemari pakaian custom tempat tidur, pembuatan lemari pakaian cat duco, pembuatan lemari pakaian finishing serat kayu sungkai dan jati, biaya pembuatan lemari pakaian custom lainya. Sehingga kami harapkan konsumen bisa memilih dan mengetahui lebih detail seputar pembuatan lemari pakaian custom ini dan bisa memperkirakan biaya pembuatannya.

Jadi disini saya akan membahas informasi seputar biaya pembuatan lemari pakaian, yiatu biaya pembuatan lemari pakaian custom meja rias, biaya pembuatan lemari baju finishing hpl, biaya pembuatan lemari pakaian dengan cat duco, biaya pembuatan lemari pakaian custom tempat tidur, biaya pembuatan lemari pakaian custom serat kayu, biaya pembuatan lemari pakaian pintu cermin, biaya pembuatan lemari pakaian 2,3 ,4 pintu dan lainnya.

Mengenal Jenis Jenis Lemari Pakaian

Jenis lemari pakaian sangat banyak macam sesuai custom lemari pakaian yang kita inginkan. Maka kita  mengenal lemari pakaian 2 pintu, lemari pakaian 3 pintu, lemari pakaian 4 pintu, lemari pakaian custom meja rias, lemari pakaian custom meja belajar, lemari pakaian custom tempat tidur, lemari pakaian custom meja kerja, lemari pakaian pintu cermin, lemari pakaian cat duco, lemari pakaian klasik, lemari pakaian minimalis dan masih banyak lagi jenis jenis lemari pakaian. Berikut ini adalah contoh contoh dari berbagai jenis lemari pakaian yang kita sering lihat :

Perbedaan mencolok lemari pakaian satu dengan jenis lemari pakaian lain adalah dari segi tampilan dan sisi dalamnya. Umumnya tampilan lemari pakaian custom disandingkan dengan keinginan konsumen seperti penempatan cermin pada area pintu, pembuatan meja rias, pembuatan meja belajar custom lemari pakaian, custom lemari pakaian dengan rak sepatu dan sebagainya. Disini jenis lemari pakaian dapat dibedakan dari segi desain dan  bahan material yang digunakan.

Secara umum lemari pakaian atau wardrobe ini dibagi menjadi 3 jenis yaitu:

1. Built-in Wardrobe
Biasanya wardrobe jenis ini sudah direncanakan sebelum pembangunan rumah dilaksanakan. Mengapa? Sebab almari jenis ini merupakan bagian dari struktur rumah. Dinding pada rumah didesain sedemikian rupa sehingga membentuk suatu ruang yang nantinya dipadukan dengan kayu atau multipleks untuk menutup ruang dalam dinding tersebut.

Kelebihan Built-in wardrobe adalah lebih rapi dan terkesan menyatu dengan ruang, karena untuk hasil akhirnya adalah rata dengan dinding ruangan. Sedangkan kekurangan built-in wardrobe ini adalah tidak bisa dipindah-pindah (kurang fleksibel), karena memang ukurannya menyesuaikan bidang dinding yang sudah didesain dari awal.

2. Freestanding Wardrobe
Wardrobe atau lemari pakaian jenis ini adalah salah satu lemari fleksibel, maksudnya adalah lemari pakaian yang bisa dipindah-pindah dari ruangan satu ke ruangan lainnya.

Kelebihan lemari jenis ini adalah kita bisa mengubah posisi dari interior suatu ruangan menjadi posisi yang kita inginkan sampai menemukan posisi yang pas dengan selera kita. Dan lemari jenis ini bisa kita gunakan pada ruangan yang lain jika kita ingin mengganti lemari lama kita.

3. Walk-in Closet
Wardrobe jenis walk-in closet ini berada pada ruang khusus dimana isi dari ruangan tersebut adalah kumpulan dari lemari-lemari yang dijadikan satu dalam suatu ruangan, lemari ini biasa dibuat tanpa pintu karena menggunakan pintu ruangan sebagai tempat masuknya juga cukup membutuhkan ruangan yang besar. Ruangan area walk-in closet juga bisa anda tutup dengan pintu juga.

Untuk perletakan lemari pakaian jenis walk-in closet ini dalam rumah, biasannya ada dua pilihan. Pertama, anda bisa meletakkannya di kamar tidur. Kedua, anda bisa meletakkannya diantara kamar mandi dan kamar tidur. Untuk ukuran Wardrobe sendiri bisa bermacam-macam, standard umum dari sebuah wardrobe adalah tinggi = 240 cm dan kedalaman = 60 cm, untuk lebar bisa menyesuaikan kebutuhan dan ukuran ruangan. Ukuran yang terbaik adalah yang disesuaikan dengan bentuk dan luas ruangan dalam rumah anda.

Idealnya ukuran wardrobe adalah Tinggi = 200cm – 225cm,Lebar = 60cm,untuk panjang bisa menyesuaikan kebutuhan dan ukuran ruangan. Dengan tinggi 200cm-225cm,akan memudahkan kita memasukkan dan mengeluarkan pakaian atau aksesori, selain itu kita bisa membuat wardrobe dengan spesifikasi antara lain: rak,laci dan gantungan baju. Untuk lebar 60cm, baju yang akan kita gantung posisinya bisa masuk semua/lurus,tidak terlipat atau terdesak apabila kita menutup pintu. Dalam pembuatan rak gantung pakaian hal yang harus kita perhatikan adalah ukuran tingginya, misalnya gaun malam berkisar antara 125cm – 150cm, Kemeja Pria berkisar 60cm – 70cm, celana panjang pria berkisar 90cm – 100   cm, jadi tidak ada salahnya apabila anda beri space lebih sekitar 25cm.

Tentu jika kita membuat lemari pakaian custom, biaya pembuatan lemarinya akan sangat berbeda dari satu jenis dengan jenis lainnya. Konsep lemari pakaian memang dibuat untuk menyimpan pakaian dan sejenisnya seperti dasi, jaket, dan lainnya dengan mudah, cepat dan rapi. Sehingga pembuatan lemari pakaian lebih baik dibuat secara custom menyesuaikan dengan kebutuhan dari pelanggan. Jika kebutuhannya adalah menggantung lemari pakaian, maka pembuatan lemari pakaian juga disesuaikan dengan lebih banyak space untuk menggantung pakaian dibandingkan dengan melipat atau menumpuk pakaian. Demikian juga rak lemari pakaian tidak perlu terlalu banyak agar tidak memakan ruangan dalam lemari. Jika demikian maka kita bisa mendesain lemari pakaian dengan baik berdasarkan kebutuhan dan custom dari pemilik.

Sebaliknya jika lemari pakaian mau banyak ditempatkan sebagai lemari pakaian dengan konsep pakaian yang ditumpuk, maka pembuatan lemari pakaian juga mengikuti hal tersebut, yaitu dengan mengurangi area penggantungan lemari dan diganti dengan rak rak penyimpanan dengan metode penumpukan pakaian. Pada prinsipnya jasa pembuatan lemari pakaian custom selalu mengikuti apa yang menjadi kebutuhan mendesak dari klien sehingga menyesuaikan diri dengan kebutuhan klien.

Selanjutnya sesudah kita berbicara mengenai pembuatan lemari custom, kita juga bisa berbicara mengenai bahan material pembuatan lemari pakaian, jenis jenis desain lemari pakaian, jenis finishing lemari pakaian, harga biaya pembuatan lemari pakaian, serta jasa tukang bikin lemari pakaian terpercaya. Mari kita bahas satu persatu agar lebih detail dan faham.

Bagaimana mendesain lemari pakaian custom sesuai keinginan klien? Sebelum melakukan proses desain lemari pakaian tentu kita harus tahu faktor faktor apa saja yang perlu diketahui ? Ada beberapa hal penting untuk memndesain lemari pakaian custom:

1. Penentuan volume, yaitu seberapa luas lemari pakaian akan dibuat baik dari sisi panjang, lebar dan tinggi. Sehingga desain bisa dibuat menyesuaikan dengan kondisi real di lapangan. penentuan volume ini juga termasuk ukuran detail tiap tiap laci rak atau ambalan atau juga tiap tiap ruangan dalam lemari itu sendiri harus dibuat detail ukuran pastinya.

2. Jenis Bahan Material. Bahan material apa yang akan kita buat dari lemari ini? apakah bahan kayu solid atau kayu olahan? jenis kayu solid apa yang mau? apakah kayu jati, sonokeling, sungkai dan lainya? ataukah bahan plywood, mdf board, particle board?

3. Custom Dalaman, yaitu bagaimana bentuk dalam lemari yang diinginkan, jika untuk lemari pakaian umumnya peletakan pakaian dilakukan dengan 2 cara yiatu digantung dan ditaruh. Jika kita membuat lemari pakaian dengan model gantung maka kita singkirkan ambalan untuk pakaian yang ditaruh dan kita buat lemari pakaian gantung. Sebaliknya juga begitu.

4. Bentuk Tampilan Luar. Bentuk tampilan luar perlu didetailkan kembali sehingga apakah menggunakan ornament, atau model minimalis saja, ada juga lemari pakaian yang menghendaki daun sisi pintu menggunakan kaca cermin sebagai tampilan luarnya, atau ada juga yang menggunakan kaca transparan agar kelihatan sisi dalamnya. Intinya model harus dietailkan sebelum proses desain dikerjakan.
5. Jenis Finishing, yaitu pada umumnya finishing lemari pakaian ada 2 cara yaitu dengan cat dan hpl atau taco. Maka finishing yang digunakan perlu dietailkan secara lebih detail. Jika menggunakan cat apakah lemari pakaian dengan finishing cat duco, cat melamik atau plitur? Jika menggunakan finishing hpl atau taco, jenis hpl dan taco mana yang dipilih.

Kelima hal diatas jika kita sudah mendapatkan datanya maka akan mudah bagi desainer untuk mendesain lemari pakaian sesuai custom keinginan konsumen. Maka dalam membuat lemari pakaian custom ini, sangat ditentukan oleh faktor diatas. Bentuk, ukuran, tampilan juga pasti akan berbeda beda dari lemari pakaian yang biasa beredar di pasaran.

   

Bahan Material Lemari Pakaian

Membahas mengenai bahan material pembuatan lemari pakaian, maka kita berbicara mengenai bahan bahan dasar pembuatan lemari pakaian, yaitu bahan material apa saja yang digunakan sehingga bisa membentuk lemari pakaian sesuai dengan custom keinginan dari pemilik. Pada umumnya lemari pakaian dibuat dari bahan kayu yang awet, mudah dibentuk, elegan dan cantik hasilnya. Maka bahan kayu ini kita juga tahu bahwa ada banyak macam kayu yang bisa digunakan sebagai bahan material lemari pakaian.

Untuk bahan kayu, umumnya ada 2 jenis bahan kayu utama yang bisa digunakan sebagai bahan lemari pakaian, yaitu kayu solid dan kayu olahan.

Kayu solid adalah istilah yang paling sering digunakan untuk membedakan antara kayu biasa dan kayu buatan, tetapi juga mengacu pada struktur yang tidak memiliki ruang berongga. Pembuatan produk kayu diproduksi oleh mengikat bersama-sama alur kayu, serat, atau veneer dengan perekat untuk membentuk suatu material komposit. Kayu dirancang termasuk kayu lapis, papan oriented strand (OSB) dan papan serat. Fakta bahwa produk yang dibuat dari kayu solid seringkali disebut-sebut dalam iklan. Namun, dengan menggunakan kayu solid memiliki kelebihan dan kekurangan.

Kayu solid hanya terdiri dari bahan dasar kayu tanpa dicampur atau di kombinasi dengan bentuk bahan lain atau biasa disebut kayu campuran. Walaupun pada pengerjaannya kita menggunakan sambungan laminasi, finger joint atau konstruksi yang lain untuk papan atas meja misalnya, bahan tersebut masih disebut sebagai kayu solid.

Jenis-jenis dari kayu solid, yaitu ada kayu jati, sungkai, mahoni, kamper dan lain sebagainya. Namun, apa sih yang membedakan dari jenis-jenis tersebut?? Kalau untuk kayu Jati, merupakan kayu yang paling banyak peminatnya, dari segi kualitas juga kayu yang paling bagus. Serat dan tekstur dari kayu jati inilah yang banyak disenangi oleh banyak orang. Furniture yang dibuat dengan bahan Jati, cenderung lebih kuat, awet dan mewah.

Kayu Sungkai merupakan salah satu kayu yang umum dijadikan bahan dalam pembuatan furniture. Biasanya, furniture yang bergaya klasik dengan finishing melamix yang menggunakan bahan dari kayu sungkai. Bila dibandingkan dengan kayu Jati, tentunya lebih bagus kayu jati, kayu sungkai mempunyai beberapa kelemahan, diantaranya kayu sungkai ini tidak terlalu kuat, dan mudah retak. Namun, serat-serat dan tekstur dari kayu sungkai inilah yang diminati banyak orang.

Kayu Mahoni, Mungkin kita sudah familiar dengan nama kayu yang satu ini. Yupp, kayu yang satu ini salah satu kayu favorit dalam pembuatan furniture, warna, serat dan teksturnya sangat cantik. Namun, banyak orang yang belum bisa membedakan mana yang kayu mahoni mana yang bukan. Kayu Mahoni mempunyai beberapa ciri :
1. Seratnya, Bila ingin memilih kayu mahoni, perhatikan seratnya, serat kayu mahoni lurus dan terpadu
2. Tekstur, selain serat, cara mengetahui suatu kayu itu mahoni apa bukan dari teksturnya, tekstur kayu mahoni adalah halus dan mempunyai pori-pori kecil
3. Warna, ciri yang satu ini yang umumnya dilakukan banyak orang, warna kayu mahoni pada bagian tengahnya yaitu warna merah muda ( bisa dibilang pucat warnanya ), untuk bagian tepi kayunya berwarna putih.

Dalam pembuatan furniture untuk interior ruangan dengan menggunakan bahan kayu solid, perlu diperhatikan sifat kayu dan kadar airnya . Yang terbaik adalah menggunakan kayu yang pemanasanya 100 % oven. Jika kadar air dalam kayu masih banyak dan kayu belum benar-benar kering maka kayu akan bergerak terus menerus, menyusut atau mengembang tergantung dari jenis kayu dan kondisi cuaca didaerah tempat kita tinggal, sehingga menyebabkan cabinet pecah atau pintu menjadi sulit ditutup karena mengembang atau sebaliknya.

Kelebihan furniture dengan bahan kayu solid adalah ketahanannya . Kayu solid dapat bertahan lebih dari 15 tahun tergantung dari kondisi cuaca dan perawatannya . Kayu solid tahan terhadap air dalam jangka waktu yang relatif lama, walaupun akan rusak juga jika terendam air berbulan-bulan, kecuali jenis kayu tertentu yang sangat tahan terhadap air seperti merbau . Itulah tips dan informasi mengenai keunggulan kayu solid sebagai bahan dasar dari furniture dan interior rumah.

Kayu Jati. Siapa yang tak mengenal kayu jati, saya rasa semua pembaca artikel ini tahu tentang kayu yang satu ini, kayu jati merupakan jenis kayu yang duduk di peringkat pertama kayu kualitas terbaik, kususnya untuk pembuatan berbagai macam produk mebel.

Kelebihan Kayu Jati
• Kayu jati tergolong dalam kayu dengan kelas keawetan A dan kekuatan kelas A,B.
• Memiliki daya tahan yang kuat terhadap jamur, maupun pembusukan pembusukan yang di akibatkan oleh yang lembab.
• Daya tahan yang kuat terhadap serangga serangga pemkan kayu kayuan seperti rayap.
• memiliki tekstur, warna dan serat yang menarik dan unik .
• minyak yang terdapat pada kayu jati juga banyak.
Kelemahan Kayu Jati
• Pertumbuhan pohon jati yang tergolong lama.
• Harga kayu jati yang tinggi (mahal).
Meskipun harganya yang tinggi, tetap saja kayu jati ini lah yang menjai prima donanya indonesia kususnya para pengrajin furniture.

Kayu Sonokeling. Jenis kayu solid yang ketiga adalah kayu sonokeling, kayu ini juga banyak diminati para pengrajin furniture.

Kelebihan Kayu Sonokeling
• Serat dan tekstur kayu sonokeling memiliki unik dan indah, salah satu alasan kayu ini banyak di minati para pengrajin furniture.
• Kayu sonokeling memiliki tingkat keawetan kelas A dan Kekuatan kelaas B,C.
• Kayu sonokeling memiiki warna alami yang unik yakni keungu-unguan.
• harga yang lebih terjangkau dan tergolong mewah karena berbagai keunikanya.
Kekurangan kayu sonokeling
• Warna natural kayu keungu-unguan ini membatasi pengolahan kayu, karena tidak cocok jika anda menggunakan kayu ini untuk difinishing warna cerah.
• Dibeberapa tempat kayu sonokeling juga mendapat sebutan, sonobrits, palisander, indian wood, dan sono sungu.

Kayu Akasia. Anda tentu pernah mendengar pohon akasia, iya, kayu yang termasuk dalam kayu solid ini memiliki harga jual yang tinggi, posisi kayu akasia ini dalam pengolahan untuk produk furniture berada dibawah kayu jati, pohon akasia ini banyak ditemukan di pinggir jalan sebagai penyejuk, kayu akasia ini bayak pula di buru para pengrajin furniture.

Kelebihan kayu akasia
• Kayu akasia memiliki warna kombinasi putih dan coklat yang terlihat pada setiap lingkaran kayu.
• Kayu akasia memiliki dapat tahan terhadap serangga serangga pemakan kayu karena tingkat kekuatan kelas A
• Kayu ini mudah diolah meski teksturnya yang keras.
Kekurangan kayu akasia
• Kayu akasia memiliki bau pesing
• Kayu akasia ini tidak tahan bila bersentuhan langsung dengan tanah, air dan suhu yang lembab, karena tingkat keawetan kayu ini kelas C (rendah).

Kayu Sengon.Jenis kayu solid yang satu ini sering disebut kayu albasia, Kayu sengon ini juga banyak di pakai pengrajin furniture sabagai bahan baku dasarnya.

Kelebihan Kayu Sengon
• Mempunyai batang pohon yang lurus dan ringan.
• Kayu mudah di olah.
• Harga yang lebih terjangkau
Kekurangan Kayu Sengon
• Tekstur kayu sengon kasar.
• Bau yang ditimbulkan kayu sengon saat masih basah cukup menyengat

Kayu Pinus. Kayu Pinus adalah jenis kayu solid selanjutnya, kayu ini juga disebut sebut sebagai kayu jati belanda karena memiliki motif seperti kayu jati, dari segi harga kayu pinus ini masih terjangkau dari kayu jati.

Kelebihan Kayu Pinus
• Memiliki serat kayu kayu eksotis dan elegan.
• Kayu pinus mudah dalam pengolahanya.
• Tekstur yang dan pori pori kayu ini kecil (padat).
• Selain untuk bahan baku dasar pembuatan produk furniture kayu pinus juga digunakan untuk bahan baku peti kemas.
Kekurangan Kayu Pinus
• Permukaan yang keras membuat kayu ini sulit menyerap cat finishing, fatalnya lagi warna cat bisa berubah tidak merata.

Kayu Kamper. Kayu kamper, adalah jenis kayu solid yang terakhir, banyak juga pengrajin furniture yang menggunakanya untuk produk furniturnya, biasanya yang memakai jenis kayu tersebut furniture untuk perkantoran, kayu kamper memiliki karakteristik sama dengan mahoni yakni terletak pada warna kayunya yang kemerahan, dari segi harga kayu amper yang banyak ditemukan di pulau kalimantan ini lebih mahal dari kayu mahoni.

Kelebihan Kayu Kamper
• Kayu amper termasuk kayu dengan tingakat keawetan kelas B, C dan kekuatan kelas A, B.
• Teksturnya yang halus.
• Mudah diolah.
Kekurangan Kayu Kamper
• kayu kamper bisa berubah bentuk (ngulet) tidak disarankan untuk pintu dan jendela.
• tidak cukup tahan dengan cuaca yang lembab.
• tidak di anjurkan bersentuhan langsung dengan air.
Selain bahan material kayu solid maka lemari pakaian juga dapat dibuat dari bahan kayu olahan. Apakah kayu olahan itu?

Kayu olahan atau yang sering disebut engineering wood adalah produk material berbahan dasar kayu yang sebelumnya telah melalui proses pengolahan di pabrik. Pengolahan itu menghasilkan produk akhir dengan desain, bentuk, sifat, dan kekuatan struktural sesuai kebutuhan dan keinginan. Mengingat banyak unsur dalam bangunan yang dapat dibuat dari kayu – seperti dicontohkan di atas – tidak mengherankan jika produk kayu olahan ini lantas muncul dalam jenis yang sangat beragam dengan berbagai karakteristik berlainan. Masing-masing kayu olahan tersebut mempunyai keistimewaan tersendiri yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, desain, dan tentu saja dana yang dimiliki. Untuk lantai, kayu olahan yang lebih dikenal dengan istilah parket juga cukup bervariasi. Ada parket berlapis vinir (lembaran kayu tipis), ada pula parket laminate yang lebih ekonomis.

Proses pembuatan dari pohon menjadi kayu olahan terbilang sangat efisien dengan memanfaatkan hampir seluruh bagian dari pohon menjadi kayu. Segala bagian dari pohon seperti kulit kayu, sisa potongan serbuk kayu, batang, ranting dsb dapat di proses menjadi jenis kayu hasil olahan . Berbeda dengan material kayu solid yang hanya didapatkan dari batang pohon saja. Hal ini yang menyebabkan kayu lebih murah dan ekonomis sebagai bahan alternatif pembuatan furniture untuk interior rumah seperti wardrobe, kitchen set, kursi makan dan lain sebagainya.

Ada berapa jenis dari kayu yang diolah tersebut? Ada beberapa jenis kayu olahan, seperti particle board, MDF, Black Board dan plywood. Dalam membuat aneka jenis furniture umumnya banyak orang yang menggunakan plywood sebagai bahan dasarnya.

Plywood. Plywood sendiri merupakan jenis kayu yang cukup kuat ketahanannya, sehingga apabila digunakan untuk bahan dasar waktunya bisa sampai lama. Plywood juga merupakan kayu dengan olahan yang paling baik kualitasnya. Kayu lapis, kayu yang juga dikenal dengan sebutan polywood atau tripleks ini merupakan kayu olahan dari beberapa lembaran kayu yang direkatkan dengan tekanan tinggi. Ketebalan kayu lapis ini tentu saja sangat mempengaruhi kekuatan kayu. Intinya, semakin tebal kayu lapis maka semakin kuat kayu tersebut. Untuk ketabalan kayunya, biasanya yang ada di pasaran adalah kayu dengan ketebalan 3 mm, 4 mm, 9 mm dan 18 mm dan luasan 244 x 122 cm. Plywood atau Multiplek merupakan jenis kayu lapis yang memiliki lebih dari 3 lapis vinir. Arah serat antara lapisan bawah dan atas harus searah. Ukuran ketebalan multipleknya beragam mulai dari 9, 12, 15, 18, hingga 24 milimeter. Bahan multiplek mudah dibentuk menjadi beragam model dan memiliki tingkat reduksi yang cukup bagus tetapi tidak terlalu tahan terhadap air dan kelembapan.

MDF Board. MDF terbuat dari campuran bubur kayu dengan bahan kimia tertentu. MDF mempunyai tingkat ketebalan 8, 12, 16 ,22, hingga 30 milimeter. Irisan kayu lapis (vinir) atau pelapis kertas biasanya digunakan untuk finishing yang tersedia dalam beragam warna dan tekstur.

Kelebihan dari bahan ini adalah tahan gores, warna tidak cepat pudar, ukuran dan presisisnya lebih stabil. Sedangkan kelemahannya adalah tidak tahan air atau kelembapan. Sedangkan Medium Density Fiberboard atau yang lebih dikenal dengan MDF merupakan serbuk kayu yang proses pembuatannya dicampur dengan resin kimia setelah itu dipadatkan. MDF ini memiliki kelebihan yaitu dalam proses pembuatan furniture atau lainnya, jenis kayu ini cenderung lebih mudah untuk dibentuk, kekuatannya pun stabil, MDF juga bisa diterapkan system finishing seperti HPL, melamix, PVC dan system finishing lainnya.

Blockboard. Jenis kayu ini merupakan potongan kayu kotak kecil-kecil yang kemudian dipadatkan menggunakan mesin dan diberi pelapis venner di kedua sisinya sehingga menjadi sebuah lembaran menyerupai papan. Ketebalannya sendiri bisa mencapai 12 mm, 15 mm hingga 18 mm dan luasannya sama dengan multipleks. Blockboard biasanya dibuat dari jenis kayu yang lunak sehingga tidak sekuat plywood. Biasanya para pengrajin furniture menggunakan kayu ini untuk membuat rak, cabinet ataupun kitchen set. Black Board merupakan potongan kayu-kayu dengan ukuran 2-5 cm yang dipadatkan dengan mesin. Dibandingkan dengan kayu yang lain, Black Board termasuk baik kualitasnya dan menjadi kayu hasil olahan tertinggi kedua setelah plywood. Ketebalan Black Board sekitar 12 – 18mm dengan lebar yang sama dengan plywood. Umumnya diluaran sana ada dua black board yang umum diketahui banyak orang yang itu jenis sungkai block dan teak block. Bedanya apa?? bedanya kalau sungkai block lapisan terluar dari kayu sungkai sedangkan teak block merupakan lapisan terluar dari irisan kayu jati.

Particle Board. Particle board adalah kayu olahan yang terbentuk dari serbuk kayu yang dicampur dengan bahan kimia khusus. Setelah itu, campuran disatukan dengan lem, baru kemudian dikeringkan. Keuntungan menggunapak papan particle adalah ukuran penyusutan pada bagian lebar-panjangnya relative kecil meski bagian ketebalannya sangan peka terhadap kepembapan. Walaupun sering digunakan sebagai bahan dasar furniture, sebenernya kayu ini tergolong tidak tahan lama. Dalam kurun waktu tertentu, particle bisa berubah bentuk, terutama jika terkena air, menopang beban yang amat berat, maupun sering dipindah pindah. Ya, particle board biasanya terbuat dari partikel sisa pekerjaan kayu seperti serbuk gergaji, potongan kayu, serpihan kayu yang kemudian direkatkan menggunakan bahan kimia. Proses pembuatannya serupa dengan kayu fiber lainnya. Hanya saja bahan particle board lebih kasar dan tidak beraturan. kalau menggunakan kayu jenis ini, baiknya Anda jauhkan dari jangkauan air, karena kayu ini akan mudah lapuk jika terkena air.

Jenis Finishing Lemari Pakaian

Salah satu faktor penentu dalam membuat lemari pakaian custom adalah jenis finishing. Kita tahu bahwa sekarang ini lemari pakaian cenderung memiliki 2 jenis finishing yaitu cat dan lapisan hpl taco atau sejenisnya. Mari kita bahas detail masalah finishing lemari pakaian ini.
Cat sebagai finishing memiliki 2 jenis utama yang sering digunakan yaitu, cat melamin dan cat duco, meski ada jenis pengecatan lainnya namun kedua jenis cat ini adalah yang paling sering digunakan. Finishing furniture adalah proses pemberian lapisan pada permukaan furniture dengan tujuan agar dapat menjadikan barang terlindungi dan lebih awet, juga dapat memberi tampilan memikat pada barang sehingga tampak lebih indah, mewah dan elegan.

Finishing furniture merupakan pekerjaan yang membutuhkan ketrampilan tertentu, terlatih dan dituntut dengan banyaknya pengalaman, agar bisa mendapatkan hasil akhir yang maksimal sesuai dengan yang diharapkan, untuk itu sebelum melakukan kegiatan finishing, sebaiknya kita pikirkan dulu bahan apa yang akan kita gunakan. Ya tentunya kita pilih yang sesuai dengan kondisi barang dan keinginanan yang penting jangan sampai asal pilih bahan finishing furniture kita.

Cat Melamik/Melamin. Teknik finishing ini dilakukan dengan menyemprotkan cairan melamine pada furniture. Sebelum dilakukan penyemprotan cairan melamine biasanya dilakukan dempul dan pengamplasan terlebih dahulu pada furniture kemudian setelah tahap tersebut selesai dilakukan penyemprotan campuran cairan tinner dan terakhir baru disemprotkan cairan melamine. Tampilan dari melamine pun dapat disesuaikan dengan keinginan apakah dibuat dof tidak terlihat mengkilat atau dibuat glossy yang terlihat mengkilat. Furniture yang menggunakan finishing melamine biasanya menggunakan bahan dasar kayu asli seperti kayu jati atau kayu solid. Tujuan dari finishing melamine sendiri yaitu untuk mendapatkan natural kayu, bisa memilih variasi warna kayu atau transparan yang langsung melihatkan serat kayu dari bahan dasar langsung. Tampilan dari furniture yang menggunakan teknik finishing melamine akan terlihat natural, elegan dan hangat.

Produk melamine banyak terdapat di toko bangunan, ada merek impra, furnikute, alfa gloss dll.Tiap produk menyediakan wood filler, wood stain / pewarna, sending seller dan melamine.Untuk pewarnaan bisa memilih wood stain cocoa brown, salak brown, dark brown, candy brown, dll. Sedangkan untuk tampilan akhir bagi mereka yang menyukai elegan bisa menggunakan melamine doff, dan bagi mereka yang menyukai tampilan mewah bisa menggunakan melamin semi gloss atau gloosy. Finishing dengan melamine ini mampu memberi kepuasan tersediri yaitu dapat menjadikan furnitur terkesan mewah dan elegan. namaun finishing melamine ini hanya cocok untuk barang furnitur yang ditempatkan di dalam rumah ( interior ).

Cat Duco. Merupakan salah satu cara untuk memperindah dan membuat finishing pada furniture. Pada intinya, teknik ini adalah mengecat furniture mentah dengan menggunakan cat yang disemprot. Selain pada furniture, teknik ini juga sering diterapkan pada pintu dan jendela, dinding, serta bagian bangunan lainnya yang berbahan kayu.Teknik finishing cat duco ini dilakukan dengan menggunakan bahan sesuai judulnya yaitu cat duco. Tahapan proses pengecatan cat duco hampir sama dengan teknik finishing melamine yaitu menggunakan semprot atau sparygun dengan kompresor hanya saja waktu yang diperlukan sedikit lama. Konsep dari cat duco sendiri hampir sama dengan cat polos yang biasa anda jumpai seperti pada cat mobil dimana warna yang dihadirkan seperti warna solid atau warna polos, metalik yang tampilannya sama bisa dibuat dof atau glossy. Karena teknik finishing cat duco hampir sama seperti pengecatan mobil membuat warna yang polos sehingga proses pengecatan yang terdiri dari beberapa tahap dan layer semprotan akan membuat serat kayu dari bahan dasar akan tertutupi. Jadi finishing cat duco akan menampilkan warna polos yang cerah sehingga terkesan minimalis, bersih, terang dan mewah.

Finishing cat duco,akan menutup seluruh permukaan kayu. Serat tak lagi nampak. Pilihan untuk cat duco sangat beragam baik warna dasar maupun warna yang lebih terang, sehingga sangat cocok digunakan untuk furnitur yang membutuhkan warna yang bervariasi. Tetapi pelapis ini relatif mahal harganya dan membutuhkan tahapan pelapisan yang cukup banyak untuk menghasilkan kualitas yang baik, selain itu furniture yang sudah dicat dengan cat duco serat asli kayu tersebut tidak dapat dikembalikan.

HPL. High Pressure Laminate (HPL) yaitu laminasi dengan tekanan tinggi yang merupakan salah satu bahan finishing umum digunakan dalam produk mebel dan permukaan interior. Ini bekerja lebih baik sebagai penutup permukaan untuk cabintets, meja, kitchen set, dekorasi interior, dll meningkatnya biaya dan kekurangan pasokan bahan kayu yang nyata, seiring dengan meningkatnya permintaan dari bahan yang ramah lingkungan telah membuat HPL sebagai salah satu yang paling populer finshing bahan untuk produk furniture dan dekorasi interior. HPL ( High pressure Laminated ) adalah lapisan akhir atau finishing berbagai benda furniture berbahan dasar plastik yang tipis yang akhir – akhir ini menjadi sangat familier dan cukup menarik minat dunia furniture, terutama untuk furniture berbahan dasar multiplek yang mana biasanya finishing/pelapis terluar menggunakan bahan triplek corak ( jati, sungkai, mahoni, megateak , nyatoh ) kini secara perlahan dan pasti mulai ditinggalkan.

Perubahan treatment ini biasanya masih memerlukan treatment melamic/ duco yang mana dari segi biaya dan waktu sangat jauh perbedaannya, HPL lebih praktis, cepat dan lebih murah oleh karena itu dampak yang ditimbulkan berkurangnya omset penjualan bahan finishing yang diikuti meningkatnya pengangguran oleh pekerja finishing yang selama ini menggantungkan pekerjaan di sektor ini.

HPL memiliki bermacam ragam corak dan warna permukaan yang dapat kita gunakan, dan dari berbagai ragam tersebut yang paling banyak merupakan corak dan warna kayu berbagai jenis. Ada pula warna dan kesan metalik. HPL memiliki kelebihan yaitu cukup anti gores dan anti air. Tidak seratus persen anti gores, namun memang material ini kuat berkat bahan utamanya yang merupakan plastik keras PVC dengan permukaan bertekstur. Material ini lebih kuat daripada material sheet yang biasanya digunakan untuk melapisi furniture murah yang dijual di toko-toko furniture biasa. HPL memiliki kelebihan berupa pengerjaan yang lebih bersih daripada menggunakan cat duco atau sanding, karena material ini di lem pada multipleks. Bagi pengrajin meubel dan furniture multipleks, material ini memiliki keunggulan bersih dan cepat.

HPL memiliki varian produk ‘edging’ yang mempermudah pengerjaan furniture pada bagian pinggiran yang tipis.

1. Prosesnya cukup praktis (tanpa finishing tukang semprot), mudah dan lebih cepat pengerjaannya.
2. Cost dan biayanya lebih rendah
3. Furniture yang menggunakan finishing HPL tidak memerlukan tukang khusus finishing, cukup tukang kayu saja.
4. Warna dan motif furniture akan sama, tidak beresiko belang-belang seperti jika menggunakan finishing cat duco.
5. Memiliki banyak sekali jenis, mulai dari motif kayu, warna solid, metalik, hingga motif seperti marmer dan granit.
6. Pemakaian HPL lebih cepat selesai dibanding dengan finishing spray.
7. Cocok untuk furniture dengan tampilan yang modern dan minimalis.
8. Lebih bersih dalam aplikasinya.
9. Ketahanan yang lebih baik terhadap panas, goresan, zat kimia.
10. Relatif lebih murah.

Namun disamping kelebihan-kelebihan tersebut, ada pula kelemahan material HPL ini, antara lain:

Pengerjaan dengan HPL menyulitkan atau bahkan tidak mungkin untuk membuat bidang yang lengkung terlalu kecil, misalnya sudut lengkung dengan jari-jari 5cm. Karena itu biasanya bidang lengkung yang terlalu kecil tersebut akan menggunakan paduan dengan sheet plastik.
1. Pemotongan HPL yang kurang sempurna akan mengakibatkan terlihat adanya lapisan ketebalan HPL dan banyak pula kasus HPL terlihat kurang rapi pada sudut-sudutnya.
2. Secara fisik HPL sangat keras, tingkat flexibelnya rendah dan mudah patah sehingga jika tidak hati-hati akan meningkatkan biaya produksinya.
3. Lapisan HPL sering lepas jika proses lem nya tidak sempurna
4. Tampilan HPL tidak semewah Cat Duco.
5. Dibanding Decosit, HPL sedikit lebih mahal.
6. Bagian edging harus difinishing lagi.
7. Kurang natural dibandingkan cat melamik, dimana cat melamik dapat menampilkan keaslian motif urat kayu dari material kayu yang dipakai..
Jadi untuk pembuatan lemari pakaian custom ini, jenis finishing mana yang konsumen sukai? semua finishing tentu ada kelebihan dan kekurangan masing masing, semua tergantung dari selera kita.

Harga Biaya Pembuatan Lemari Pakaian

Bagaimana menghitung harga biaya pembuatan lemari pakaian custom finishing hpl, cat melamik dan cat duco? Mari kita bahas lebih dalam. Umumnya lemari pakaian menggunakan dimensi ukuran volume meter persegi, yaitu ukuran panjang dan tinggi lemari pakaian dengan catatan kedalam lemari pakaian kurang dari 60 cm. Maka jika membuat lemari pakaian custom laopis hpl dengan ukuran panjang 3 m dan tinggi 3 m maka kita bisa mendapatkan volume ruangan yaitu panjang 3 m x tinggi 3 m yaitu 9 m2. Sesudah mendapatkan volume maka kita tinggal memberikan harga per meter persegi lemari pakaian tersebut. Maka didapatkan harga total lemari. Namun perlu diingat, bahwa ukuran harga per meter persegi tersebut memiliki spek material khusus, yaitu bahan material yang ditawarkan oleh tukang bikin lemari pakaian. Misalnya dengan spek tripleks 18 mm dengan finishing hpl merk hpl taco dengan harga per m2 adalah Rp 2 juta. Namun jika spek yang ditawarkan lebih tinggi lagi, misalnya engan bahan tripleks 18 mm meranti dan finishing cat duco, maka biaya yang dikeluarkan akan jauh lebih tinggi, karena biaya pengecatan duco umumnya cukup mahal.

Namun pada prinsipnya biaya pembuatan lemari pakaian custom dipengaruhi oleh faktor sebagai berikut, yaitu bahan material yang digunakan, jenis finishing apakah dengan hpl, atau cat duco melamik, aksesoris yang digunakan apakah menggunakan aksesoris lemari pakaian yang mahal, standard atau murah dan lainnya. Maka faktor faktor tersebut mempengaruhi biaya pembuatan lemari pakaian secara keseluruhan. Untuk melihat apakah suatau lemari pakaian itu murah atau tidak maka dilihat dari spek bahan yang digunakan diatas. Tentu kita harus faham mengenai spek bahan material tersebut sehingga dapat membandingkannya dengan fair. Tentu membandingkan suatu produk harus dengan prinsip aple to aple sehingga bisa ketahuan mana yang lebih murah. Seperti juga semua bahan material memiliki spesifikasi tertentu dan tidak semuanya dibandingkan setara.

Maka kita bisa tahu bahwa ada jasa tukang bikin lemari pakaian hpl yang memberikan harga murah, ada yang memberikan harga pasaran dan ada yang memberikan harga tinggi disebabkan karena perbedaan bahan material yang digunakan menentukan hasil akhirnya. Kualitasnya dari bahan plywood dan jenis hpl saja bisa menentukan perbedaan cukup tinggi.

Jadi pada umumnya untuk jasa pembuatan lemari pakaian menggunakan ukuran meter persegi yaitu lebar dikalihkan tinggi lemari yang akan dibuat. Dengan asumsi menggunakan bahan plywood atau multipleks melaminto sisi dalam dan sisi luar di lappis hpl. Tentu ini menggunakan merek tertentu yang umum dipasaran sehingga jika kita ingin membuat berbeda dari tawaran tersebut akan ada perhitungan kembali dari perubahan itu. Misalnya penawaran dengan harga per m2 Rp 2 juta rupiah dengan bahan hpl, namun konsumen mau dicat duco putih glossy, maka akan ada hitungan kembali. Misalnya harga Rp 2.8 juta per m2 untuk lemari pakaian dengan finishing cat duco putih glossy.

Secara umum Cara perhitungan harga untuk Furniture minimalis terbagi 3:

  1. Perhitungan model meter lari.
  2. Perhitungan model meter persegi.
  3. Perhitungan model per item furniture.

1.Perhitungan model meter lari.

Yaitu perhitungan yang didasarkan pada PANJANG KABINET saja dikali harga permeter. Biasa diperlakukan pada kabinet dengan bentuk memanjang dengan tinggi dibawah 1 meter.

Diantaranya untuk perhitungan kabinet kitchen set atas, kabinet kitchen set bawah,meja tv, meja belajar dll.

2.Perhitungan model meter persegi.

Yaitu model perhitungan berdasar pada PANJANG x TINGGI x harga permeter persegi.

Biasa digunakan untuk menghitung harga furniture dengan tinggi diatas 100cm.

Diantaranya untuk perhitungan harga lemari pakaian/wardrobe, partisi, dll.

3.Perhitungan model per item furniture.

Yaitu model perhitungan per item/sistem borong dikarenakan desain yang khusus atau karena ukuran furniture yang kecil dibawah 1meter.

Contohnya untuk perhitungan Tempat tidur, nakas, meja tamu, dll

Membuat Lemari Pakaian Custom

Membuat lemari pakaian custom tentu berbeda dari lemari pakaian yang beredar dipasaran. Bedanya adalah dengan istilah custom maka kita bisa membuat lemari pakaian sesuai dengan bayangan pikiran yang kita inginkan. Karena pada saat ini kebutuhan akan lemari custom sanngat tinggi. Misalnya pembuatan lemari pakaian dengan panjang 3 m dan tinggi 3 m ditambah meja rias dibagian tengahnya, maka otomatis lemari pakaian custom meja rias ini harus dihitung detail berapa volume lemari pakaian dan berapa volume meja rias.

Menghitung biaya pembuatan lemari pakaian custom meja rias adalah simpel, karena kita tinggal menghitung biaya pembuatan lemari pakaiannya dan ditambahkan meja rias. Untuk menghitung biaya pembuatan lemari pakaian sudah kita pelajari dan sudah kita tahu, meski ragamnya banyak sekali. Namun prinsipnya adalah dengan menghitung volume meter persegi (m2).

Meski demikian kita tetap memperhatikan bahan material yang digunakan, jenis finishing lemari pakaian, jenis aksesorisnya, jenis pintu cermin atau bukan dan lainnya. Sehingga ketika sudah dihitung dengan baik dan benar kita mendapatkan informasi akurat tentang biaya pembuatan lemari pakaiannya. Baru kemudian kita hitung ulang biaya pembuatan meja rias itu sendiri.

Meski meja rias dan lemari pakaian bisa dicustom namun kita memerlukan detail perincian agar biaya tidak meleset. Misalnya biaya pembuatan lemari pakaian dengan finishing hpl volume 8 m2 dengan biaya per m2 nya adalah Rp 1.9 juta maka total biayanya adalah 8 m2 X Rp 1.9 jt = Rp 15.2 juta. Itu untuk perhitungan biaya pembuatan lemari pakaian standard. JIka dicustom dengan pintu cermin 2 unit bisa jadi haru menambah sekitar 1 juta rupiah untuk penambahan cermin 2 pintu. Lalu jika dicustom dengan meja rias kita hitung meja rias umumnya menggunakan volume kecil sekitar 2-3 m2. Maka komponen di meja rias adalah cermin, laci, tempat duduk, lampu jika ada dan lainnya. Disiini kita perlu hitung misalnya biaya yang dihabiskan untuk membuat meja rias adalah Rp 2 juta sudah termasuk bahan dan jasa tukang, maka kita bisa menawarkan ke konsumen sebesar Rp 3.5 juta atau kurang.

Seperti namanya meja rias fungsi dari meja rias adalah untuk kita menyimpan berbagai peralatan rias atau juga disebut dengan make up. Make up juga terdiri dari berbagai macam kosmetik yang biasa dibutuhkan oleh para wanita seperti mempercantik diri, merawat wajah serta penampilan agar terlihat rapi dan harum. Biasanya meja rias lebih mudah ditemukan di ruangan kamar wanita atau kamar pasangan yang sudah menikah. Padahal tidak semua riasan selalu digunakan oleh para wanita saja, para pria juga ada yang membutuhkan sedikit riasan terutama untuk menujang penampilan mereka. Dan tentunya untuk menyimpan semua peralatan seperti ini kita juga membutuhkan sebuah tempat seperti meja rias agar semua peralatan kosmetik atau make up anda dapat tersimpan dengan baik dan juga tertata dengan rapi.

Lemari pakaian merupakan perabotan yang menjadi elemen utama dalam sebuah hunian. fungsi dan model dari lemari pakaian ini sangat banyak sekali kalian bisa memilih sesuai dengan warna kamar, keadaan kamar, hobi kalian.

Ukuran Lemari Pakaian juga tergantung dari kebutuhan kita saat ini. bila sekiranya kalian sudah menikah atau ingin menikah maka sekiranya kalian bisa menggunakan lemari pakaian 3 pintu atau 4 pintu.

Sekiranya masih sendiri maka Menggunakan lemari pakaian 2 pintu saja sebenrnya sudah cukup , khusus untuk wanita biasanya di buatkan meja rias di sampingnya.

Biaya Pembuatan Lemari dengan Finishing HPL

Salah satu unsur penting dalam pembuatan lemari adalah finishing atau tampilan akhir dari lemari yang dibuat, yiatu menggunakan hpl.

High Pressure Laminate (HPL) yaitu laminasi dengan tekanan tinggi yang merupakan salah satu bahan finishing umum digunakan dalam produk mebel dan permukaan interior. Dalam pekerjaan pemasangan HPL bisa digunakan sebagai penutup permukaan untuk cabintets, meja, kitchen set, dekorasi interior, dll meningkatnya biaya dan kekurangan pasokan bahan kayu yang nyata, seiring dengan meningkatnya permintaan dari bahan yang ramah lingkungan telah membuat HPL sebagai salah satu yang paling populer finshing bahan untuk produk furniture dan dekorasi interior.

HPL ( High pressure Laminated ) adalah lapisan akhir atau finishing berbagai benda furniture berbahan dasar plastik yang tipis yang akhir – akhir ini menjadi sangat familier dan cukup menarik minat dunia furniture, terutama untuk furniture berbahan dasar multiplek yang mana biasanya finishing/pelapis terluar menggunakan bahan triplek corak ( jati, sungkai, mahoni, megateak , nyatoh ) kini secara perlahan dan pasti mulai ditinggalkan.

HPL memiliki bermacam ragam corak dan warna permukaan yang dapat kita gunakan, dan dari berbagai ragam tersebut yang paling banyak merupakan corak dan warna kayu berbagai jenis. Ada pula warna dan kesan metalik.

HPL memiliki kelebihan yaitu cukup anti gores dan anti air. Tidak seratus persen anti gores, namun memang material ini kuat berkat bahan utamanya yang merupakan plastik keras PVC dengan permukaan bertekstur. Material ini lebih kuat daripada material sheet yang biasanya digunakan untuk melapisi furniture murah yang dijual di toko-toko furniture biasa.

HPL memiliki kelebihan berupa pengerjaan yang lebih bersih daripada menggunakan cat duco atau sanding, karena material ini di lem pada multipleks. Bagi pengrajin meubel dan furniture multipleks, material ini memiliki keunggulan bersih dan cepat.

Kelebihan dalam pemasangan hpl antara lain:
1. Prosesnya cukup praktis (tanpa finishing tukang semprot), mudah dan lebih cepat pengerjaannya.
2. Cost dan biayanya lebih rendah
3. Furniture yang menggunakan finishing HPL tidak memerlukan tukang khusus finishing, cukup tukang kayu saja.
4. Warna dan motif furniture akan sama, tidak beresiko belang-belang seperti jika menggunakan finishing cat duco.
5. Memiliki banyak sekali jenis, mulai dari motif kayu, warna solid, metalik, hingga motif seperti marmer dan granit.
6. Pemakaian HPL lebih cepat selesai dibanding dengan finishing spray.
7. Cocok untuk furniture dengan tampilan yang modern dan minimalis.
8. Lebih bersih dalam aplikasinya.
9. Ketahanan yang lebih baik terhadap panas, goresan, zat kimia.
10. Relatif lebih murah.

 Namun disamping kelebihan-kelebihan tersebut, ada pula kelemahan material HPL ini, antara lain:
1. Pengerjaan dengan HPL menyulitkan atau bahkan tidak mungkin untuk membuat bidang yang lengkung terlalu kecil, misalnya sudut lengkung dengan jari-jari 5cm. Karena itu biasanya bidang lengkung yang terlalu kecil tersebut akan menggunakan paduan dengan sheet plastik.
2. Pemotongan HPL yang kurang sempurna akan mengakibatkan terlihat adanya lapisan ketebalan HPL dan banyak pula kasus HPL terlihat kurang rapi pada sudut-sudutnya.
3. Secara fisik HPL sangat keras, tingkat flexibelnya rendah dan mudah patah sehingga jika tidak hati-hati akan meningkatkan biaya produksinya.
4. Lapisan HPL sering lepas jika proses lem nya tidak sempurna
5. Tampilan HPL tidak semewah Cat Duco.
6. Dibanding Decosit, HPL sedikit lebih mahal.
7. Bagian edging harus difinishing lagi.
8. Kurang natural dibandingkan cat melamik, dimana cat melamik dapat menampilkan keaslian motif urat kayu dari material kayu yang dipakai.

Cara Pemasangan HPL

• Siapkan media yang akan difinishing pakai HPL, untuk pengaplikasianya pada bidang kayu plywood, MDF, blocboard, particel board. Bersihkan media tesebut, dengan cara di ampelas sampai rata, lalu bersihkan debu dan kotorannya.
• Siapkan Hpl, lalu potong sesuai dengan ukuran, dilebihin sekitar 0.5 cm atau 1cm, jangan terlalu dipas media tersebut. Pemotongan bisa dilakukan dengan pisau kater, atau pisau khusus yang di jual dimatrial.
• Sediakan Lem kuning atau lem pox, lalu oleskan ke masing-masing media, baik hpl dan juga media yang akan kita tempel, diamkan sekitar 3 – 5 menit, kalau sudah berasa kering tempelkan hpl tersebut, mulai dari ujung sudut atas sampai bawah, di urutkan ke arah akhir sampai rata, di usahakan harus tidak ada yang gelembung di dalamnya.
• Potong ujung hpl sampai rata dan halus, dengan mengunakan benda tumpul seperti kikir, pengaris siku, atau juga kalau ada, pake sirkel mesin runci atau anda juga bisa menggunakan mata pisau ketam dan juga penggaris siku. Itulah alat potong yang biasa kami gunakan.
• Untuk merapihkan tiap sambungan, bisa di dempul / oleskan cat sesuai warna hpl tersebut.
• Sisa lem yang nempel pada Hpl bisa di bersihkan dengan bensin.
berikut adalah contoh pekerjaan yang sudah selesai.
Secara umum jenis HPL dibedakan menjadi dua macam, yaitu produk premium dan produk standart. Kedua jenis ini dibedakan berdasarkan kualitas dan motif yang digunakan. Jenis HPL premium merupakan jenis produk dengan kualitas yang paling baik.
Sedangkan produk standart memiliki kualitas dibawah premium. Motif dan warna HPL premium juga lebih banyak dan bagus dibanding HPL standart. Meskipun memiliki perbedaan jenis, pada umumnya HPL memiliki 3 lapisan yang sama, yaitu overlay paper, pattern paper, dan kraft paper. Pemilihan jenis ini juga harus disesuaikan dengan tempat. HPL premium merupakan jenis yang paling cocok digunakan untuk semua lokasi.

Harga HPL sendiri per lembar juga beragam. Untuk HPL premium berkisar ratusan ribu rupiah. Sedangkan untuk HPL standart harganya mulai jutaan rupiah. Anda bisa memilih jenis HPL dan harga sesuai selera dan kebutuhan Anda. Nah demikianlah sedikit ulasan mengenai jenis HPL dan harga yang cocok untuk semua lokasi.

Untuk menghitung biaya pembuatan lemari hpl, sesudah ditentukan volume lemari yang akan dibuat maka ditentukan juga apakah akan dihpl lemari luar dalam atau digunakan melaminto sisi dalam dan luar hpl? kemudian jenis hpl yang digunakan apakah hpl standard atau hpl premium dan berkelas?

Kedua komponen ini sangat menentukan biaya pembuatan lemari hpl. Jika pembuatan lemari menggunakan hpl kedua sisi dalam dan luar maka biaya yang dikeluarkan bisa jadi lebih tinggi dibandingkan pembuatan lemari dengan bahan melaninto sisi dalam dan luar hpl saja? Berapa kisaran harganya? Misalkan biaya pembuatan lemari pakaian dengan spek bahan utama plywood atau blok min sisi dalam dan sisi luar hpl adalah Rp 2 juta per m2, maka jika dengan volume sama tapi lemari dihpl sisi dalam dan sisi luar, bisa jadi harganya akan naik jadi Rp 2.3 juta per m2. Kira kira gambarannya sepeti itu, Mengapa? karena kebutuhan akan hpl juga bertambah jadi sisi dalam dan sisi luar serta biaya tukang bikin lemari juga bertambah karena tenaga dan waktu yang dikeluarkan lebih banyak.

Kita mengenal banyak jenis ragam lemari yang ada disekitar kita baik di rumah, kantor, sekolah dan lainnya. Maka kita bisa tahu ada lemari pakaian atau lemari baju, lemari arsip dokumen, lemari surat, lemari credenza, lemari penyimpanan alat, lemari buku, lemari komputer, lemari pajangan atau lemari display, lemari sepatu, lemari tas, lemari lainnya. Pada umumnya lemari tersebut dibuat karena kebutuhan yang memang dibutuhkan dirumah atau dikantor atau disekitarnya.

HPL umumnya dapat dikerjakan untuk semua jenis lemari dari bahan diatas yaitu bahan plywoo d atau multipleks, bahan mdf board, bahan particle board dan bahan blockboard. Meski bahan lemari dari kayu solid dapat dikerjakan namun umumnya kayu solid tidak menggunakan hpl sebagai bahan finishing melainkan menggunakan bahan cat seperti plitur, melamik atau cat duco dan jenis cat lainnya.

Pada umumnya cara menghitung biaya pembuatan lemari pakaian adalah dengan harga per meter persegi dan dikalihkan dengan jumlah volume dari lemari yang hendak dibuat. Misalnya. Ukuran lemari pakaian bentuk L dengan total panjang adlah 6 meter dan tinggi 3 meter, maka untuk menentukan volumenya kita hitung saja panjang dikali tinggi lemari yaitu 6 m x 3 m = 18 m2. Mengapa tidak ada lebar dihitung? sebab pada umumnya lebar lemari dipatok adalah 60 cm atau kurang. Jika anda menghendaki lebar lebih dari 60 cm maka perhitungannya akan berbeda dari cara perhitungan diatas. Nah, 18 m2 kemudian dikalihkan dengan harga per meter persegi lemarinya, misalnya harganya adalah Rp 1.8 juta per m2, maka total harganya adalah Rp 32.400.000,-. Biaya total ini tentukanya akan memiliki spek bahan materal tersendiri. Misalnya bahan utama plywood 18 mm, dalam melaminto, aksesoris seperti handle, kunci, rel dan lainnya menggunakan merk standard, non kaca cermin dan sebagainya. disini konsumen mendapatkan gambaran akan apa yang akan dibuat oleh tukang lemari. Jika anda mengehendaki ada cermin didepan pintu atau penambahan lampu dalam lemari, maka biasanya tukang lemari akan menghitung tersendiri penambahan material dan jasa pasang kaca cermin dan lampu listrik dalam lemari.

Untuk anda yang membutuhkan jasa pembuatan lemari pakaian, jasa bikin lemari baju custom dan sejenisnya di area Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi silahkan hubungi kami, dengan senang hati kami akan membantu anda. Terimakasih

Menghitung biaya pembuatan rak lemari buku hpl, tentu perlu diketahui desain dan ukurannya. Jika menggunakan bahan plywood, lapis hpl dan model minimalis dengan pintu kaca di depan dan lampu kecil,maka biaya perhitunganya biasaya menggunakan metode meter persegi dikalihkan harga per meter perseginya. Misalnya ukuran rak lemari buku hpl yang mau dibuat adalah 3 m x 3 m= 9 m2. Jika harga per meter persegi rak lemari buku adalah Rp 1.8 jt maka total biaya yang dikeluarkan adalah Rp 1.8 jt X 9 m2 = Rp 16.200.000m- tentu biaya ini memiliki spek bahan material tertentu yang mendukungnya. Jika menggunakan bahan material lain yang speknya lebih tinggi danmenggunakan tambahan seperti lampu, katrol, dan sebagainya, tentu biayanya akan dihitung lebih detail lagi kemudian.

Bagi anda yang memerlukan jasa pembuatan rak lemari buku atau lemari buku custom silahkan hubungi kami. Dengan senang hati kami akan mem bantu anda. Terimakasih.

Untuk membuat rak display maka dengan komponen bahan utama dari kayu, kita bisa menghitung biaya pembuatan rak lemari display dari volume ruangannya. Misalnya rak display mau dibuat ukuran lebar 2 meter x tinggi 2 meter maka volumenya ada 4 m2. Bahan yang digunakan adalah plywood 18 mm, kaca 9 mm, engsel, handle, dan di cat duco putih. Maka dari volume ruangan, spek bahan material dan jenis finishing kita bisa tahu seberapa biaya yang harus dikeluarkan. Jika bahan utama adalah plywood, umumnya harga dihitung per m2, misalnya untuk harga tahun 2018 adalah Rp 2.300.000,- per m2, maka biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan rak lemari display adalah Rp 2,3 juta x 4 m2 = Rp 9.2 juta rupiah, dengan spek diatas. Komponen diatas umumnya terbagi antara komponen biaya material, komponen biaya tukang, komponen biaya pengecatan, komponen biaya antar. Maka dengan mendetailkan hal tersebut, margin keuntungan biasanya sebesar 10 persen hingga 15 persen saja. Belum lagi jika harus ada garansi pekerjaan, maka umumnya tukang bikin lemari rak display akan bekerja maksimal agar selama masa garansi tidak ada masalah yang bisa menyebabkan pengeluaran kembali.

Namun perhitungan biaya diatas bukanlah sebuah patokan baku, karena pada beberapa jasa tukang bikin rak lemari, harga bisa naik dan bisa turun, tergantung dari spek atau niat mereka. Kadang ada yang memberikan harga jauh dibawah harga perhitungan pasar, mungkin karena mereka menggunakan bahan baku bekas atau lama sehingga bisa menghemat biaya, meskipun sebenarnya termasuk membohongi konsumen. Namun kita kembali ke hukum pasar, ada barang maka ada kualitas. Artinya barang yang bagus dibentuk dari bahan material yang bagus tentu harganya juga akan naik. Demikian sebaliknya. Nah sebagai konsumen tentu anda perlu cerdas untuk menilai, melihat dan memahami komponen tersebut agar bisa menilai secara wajar dan jernih.

Untuk membuat lemari hpl maka kita harus memilih bahan utamanya yaitu plywood dengan kualitas terbaik. Banyak plywood dengan kualitas macam macam, maka jika anda mau membuat lemari dengan bahan utama plywood pilihlah plywood dengan merk yang bagus yaitu plywood yang direkomendasikan sebagai besar pekerja interior yang tahu mana plywood yang jelek dengan merek dan tanpa merek serta mana plywood yang bagus dan bermutu dengan merk dan tanpa merk. Umumnya plywood jelek ketahuan pada saat dipilih yaitu permukaan tampak kasar, kurang berat atau terlalu ringan dan berbunyi kosong ketika diketuk. Maka sebaliknya plywood yang bagus pasti permukaannya halus, nampak berat dan ketika diketuk berbunyi padat. Ketika dipotong maka plywood yang jelek biasanya sisi dalamnya banyak kosongnya alias banyak ronngga, sebaliknya plywood bagus ketika dipotong padat dan tidak ada rongga. Disini umumnya kualitas plywood bisa mempengauhi kualitas awet dan tidaknya hpl yang dipasang pada furniture yang dibuat.

Sebelum memutuskan menggunakan lemari dengan finishing hpl tentu kita harus tahu corak, warna hpl mana yang cocok untuk ruangan kita agar secara interior keindahannya dapat sesuai dengan furniture lain yang sudah ada. Biasanya pekerja interior memberikan sample hpl dari beberapa merk hpl berdasarkan grade hplnya baiik dari sisi perbedaan harga dan dari sisi perbedaan kualitas. Semakin bagus dan berkualitas maka biasanya lapisan hpl semakin mahal harga per lembarnya, Bisa sampai 900 ribu per lembar hpl.

HPL memiliki bermacam ragam corak dan warna permukaan yang dapat kita gunakan, dan dari berbagai ragam tersebut yang paling banyak merupakan corak dan warna kayu berbagai jenis. Ada pula warna dan kesan metalik.

HPL memiliki kelebihan yaitu cukup anti gores dan anti air. Tidak seratus persen anti gores, namun memang material ini kuat berkat bahan utamanya yang merupakan plastik keras PVC dengan permukaan bertekstur. Material ini lebih kuat daripada material sheet yang biasanya digunakan untuk melapisi furniture murah yang dijual di toko-toko furniture biasa.

HPL memiliki kelebihan berupa pengerjaan yang lebih bersih daripada menggunakan cat duco atau sanding, karena material ini di lem pada multipleks. Bagi pengrajin meubel dan furniture multipleks, material ini memiliki keunggulan bersih dan cepat.

Biaya Pembuatan Lemari dengan Finishing Cat

Membuat lemari dengan finishing cat sebenarnya tidak jauh berbeda dengan membuat lemari dengan finishing lainnya. Bedanya bahan yang digunakan memang menggunakan multipleks atau plywood tertentu yang memang digunakan untuk finishing cat. Disini saya akan bahas mengenai finishing catnya secara lebih detail karena untuk pembuatan lemarinya dengan bahan plywood atau multipleks sudah dibahas diatas.

Triplek adalah salah satu material yang dewasa ini banyak digunakan untuk furniture. Triplek alternatif yang menguntungkan, disamping harganya yang murah triplek juga sangat mudah dibentuk.

Triplek terdiri dari tiga lapisan, yaitu lapisan yang direkatkan menggunakan lem dan bagian muka adalah lapisan veneer. Hasil lapisan yang merekat dengan baik karena setiap lapisan direkatkan dengan arah serta yang berlawanan.

Triplek adalah salah satu jenis kayu lapis yang terbuat dair pabrikan. Papan triplek terbuat dari veneer kayu yang direkatkan satu sama lain setiap lembarnya dengan lem. Triplek sendiri adalah material yang paling sering digunakan karena sifatnya yang menguntungkan seperti harga yang sangat murah, memiliki fleksibilitas yang tinggi, pembentukan yang mudah untuk pengolahan bahkan menjaga lingkungan karena sangat mudah untuk didaur ulang.

Pembuatan triplek sendiri disesuaikan dengan serat kayu, setiap lapisan veneer yang ditumpuk harus berjumlah ganjil agar menimbulkan triplek yang lebih kuat dan mencegah adanya pembengkokan atau warping selain itu juga menimbulkan konstruksi seimbang. Jika menggunakan lapisan berjumlah genap dapat menimbulkan distrosi.

Ada berbagai macam ketebalan dari triplek dimulai dari 0.8mm hingga ketebalan 25mm dengan kualitas yang berbeda. Anda bisa memilih ketebalan ini sesuai dengan kebutuhan. Melihat kemampuan dari multiplek ini, bagi Anda yang akan menggunakannya harus mengetahui apa saja kelemahannya agar Anda tidak salah pengaplikasian.

Ada dua fungsi yang perlu diperhatikan ketika memilih bahan pelapis ini. Yang pertama adalah untuk memberikan ketahanan dari air dan kelembaban dan yang kedua adalah untuk memberikan penampilan.
Bahan pelapis triplek ini bisa Anda pilih warna natural atau warna solid tergantung dengan gaya dan juga kebutuhan Anda. Berikut ini ciri bahan pelapis yang seharusnya digunakan pada triplek.

Menutup permukaan triplek dengan maksimal. Penutupan permukaan triplek dengan baik maka Anda membutuhkan cat dasar kayu. Cat dasar yang bisa Anda temukan seperti wood filler atau wood putty akan menutup dengan rapat seluruh permukaan triplek. Fungsingya untuk menutup pori dan cacat kayu yang akan memudahkan air atau kelembaban meresap ke dalam. Cat dasar ini akan mengeras setelah diaplikasikan dan menutup dengan maksimal.

Sebaiknya pilih cat untuk outdoor. Jika Anda ragu dengan ketahanan dari cat indoor maka Anda bisa menggunakan lapisan cat outdoor pada triplek rumah Anda. Ketahanan cat outdoor tentu akan lebih baik mengatasi kelembaban yang ada di dalam ruangan. Ini akan menjamin triplek agar menjadi lebih tahan terhadap air.

Cat ulang furniture umumnya dikenal 2 jenis utama yaitu cat duco dan cat plitur melamin. Walapun ada jenis lain seperti laquer, cat rustic dan lainya namun yang banyak dikenal masyarakat luas adalah 2 jenis cat tersebut. Apa itu cat duco dan cat plitur melamin?

Cat Duco Furniture

Cat duco adalah cat yang digunakan untuk finishing dengan metode spray system. Teknik ini akan mengubah furniture yang masih belum diberikan tampilan selain itu digunakan juga untuk pintu, jendela, dinding kayu, bahkan seluruh bagian rumah yang terbuat dari kayu.Cat Duco adalah Metode penyemprotan dengan cairan cat solid sebagai finishing pada permukaan furniture.dapat berupa glossy atau doff, sedangkan warna dapat berpariasi dengan keinginan sendiri.
Kelebihan dari teknik finishing cat duco adalah:
1. lebih fleksibel, karena bisa diterapkan di hampir semua jenis material kayu furniture/mebel
2. pilihan warnanya tak terbatas, karena cat bisa dicapur untuk mendapatkan warna tertentu
3. memberikan hasil yang terlihat fancy ataupun mewah
4. hasil akhir dapat disesuaikan, apakah tampak glossy (mengkilap) maupun dof
Sementara kelemahan teknik cat duco adalah:
1. waktu pengerjaannya relatif lama, karena ada banyak proses yang harus dilalui
2. harga finishing ini relatif mahal
3. daya tahan cat ini sangat tergantung pada ketebalan lapisan coating dan type cat yang digunakan
Tahap Pengerjaan
1. Bungkus terlebih dahulu komponen” pendukung pada furniture seperti handle, kaca, engsel dll dengan menggunakan lakban kertas dan koran agar tidak terkena cat pada saat proses, sebab akan sulit untuk membersihkan nya.
Haluskan permukaan kayu terlebih dahulu dengan menggunakan amplas no 180 atau 150, amplas seluruh permukaan kayu hingga serat” kayu yang kasar menjadi halus (raba dengan tangan), setelah itu bersihkan permukaan kayu dari debu dan kotoran hasil pengamplasan dengan menggunakan kain bal.
2. Baluti permukaan kayu yang akan diproses dengan menggunakan dempul, agar serat dan pori-pori pada kayu tertutup, dempul adalah komponen yang sifat nya sangat kuat dan keras setelah kering. Untuk pengaplikasiaan nya dapat menggunakan kape. Untuk dempul duco dapat menggunakan dempul dengan dua komponen (hardener) merk yang banyak digunakan biasanya sanpolac perbandingan antara hardener dan dempul nya adalah 1 : 200, dan yang tidak menggunakan hardener bisa menggunakan isamu. Setelah dibaluti dempul tunggu hingga kering hingga dempul menjadi sangat keras, pada suhu normal biasanya dibutuhkan waktu 1 – 2 jam. ingat !! jangan terlalu tebal saat proses pendempulan karena selain dempul lama kering nya proses pengamplasan pun akan semakin sulit dan lama dan hasil pernukaan bisa saja malah menjadi bergelombang bila proses pengamplasan tidak benar. setelah dirasa dempul kering dan keras amplas kembali permukaan kayu, proses ini sangat menentukan hasil dari pengecatan, semakin detail maka akan semakin bagus hasil nya. Untuk proses pengamplasan disarankan untuk menggunakan amplas yg sangat kasar menggunakan amplas no 100 atau 120. bisa juga menggunakan mesin amplas agar proses lebih cepat.
3. Selanjutnya masuk Tahap epoxy sebelum di epoxy pastikan permukaan kayu bersih dari debu dan kotoran, epoxy ini berfungsi untuk menutup serat dan pori-pori kayu serta menguatkan cat. Epoxy ini biasa nya menggunakan hardener dengan perbandingan penggunaanya adalah 1:4, jangan sampai lupa mencampurkan hardener karena jika tidak epoxy tidak akan bisa kering. Untuk pengaplikasiaannya dilakukan dengan cara di semprot, sesuaikan jarak semprot dan tekanan angin, jangan terlalu dekat karena epoxy bisa saja menjadi meler. untuk jarak penyemprotan normalnya adalah 25 – 30 cm. lakukan penyemprotan dengan arah vertikal kemudian horizontal agar penyemprotan menjadi rata pada seluruh permukaan. Apabila warna duco yang dinginkan adalah putih maka sebaiknya gunakan epoxy berwarna putih pula. Setelah disemprot tungguk hingga epoxy kering (cirinya permukaan menjadi agak kasar kembali) kemudian amplas dengan menggunakan amplas no 200 sehingga didapat permukaan yang halus kembali.
4. Selanjutnya kita dapat memberikan warna pada permukaan kayu sesuai dengan selera, pengaplikasiannya dengan cara disemprot. setelah diwarna amplas menggunakan amplas no 400. untuk hasil yang maksimal ulangi proses ini kembali. untuk warna putih biasanya proses warna dilakukan 2 sampai 3 kali hingga warna benar” menjadi putih.
5. Proses terakhir adalah proses clear pastikan terlebih dahulu permukaan benar-benar bersih dari debu dan kotoran, proses ini bertujuan untuk menguatkan dan menghaluskan permukaan sehingga cat tidak mudah pudar atau tergores. Biasanya ada 3 jenis clear doff / semi gloss / gloss, kita dapat memakai yang mana saja sesuai dengan selera. Untuk proses clear pengaplikasiaannya dilakukan dengan di semprot, hanya saja untuk proses ini speed yang digunakan saat menyemprot lebih lambat daripada proses epoxy dan warna, pastikan clear tebal dan merata. Namun hati” jangan terlalu lambat karena dapat mengakibatkan meler, ingat proses clear adalah proses akhir pada pengecatan. Untuk hasil yang benar” maksimal proses ini dapat dilakukan 2 kali, sebelum mengulang proses amplas terlebih dahulu dengan menggunakan amplas no 1000.
6. Proses pengecatan telah selesai.
Jenis Kayu yang di Cat Duco
Ciri khas finishing duco adalah warna hasil akhir solid dengan tak memperlihatkan serat kayu. Tipe finishing ini sangat cocok untuk mengecat meja belajar anak, almari, mainan kayu, dll. Selain itu juga sesuai untuk diterapkan pada media olahan semacam mdf, hdf, hingga tripleks atau multipleks. Sebab, jenis-jenis kayu olahan tersebut tidak memiliki keindahan serat sebagaimana kayu alami. Malah, bila tampilannya masih memperlihatkan bahan tersebut sebagai media olahan, nilai jualnya bisa turun.
Anda akan melapisi kayu dengan cat duco, artinya Anda akan menutup warna kayu dan juga seratnya dengan warna yang benar-benar baru. Anda akan mendapatkannya dengan mudah dan mendapatkan gaya yang benar-benar berbeda.
Berikut ini beberapa jenis kayu yang cocok Anda gunakan atau lapisi menggunakan cat duco.
1. Kayu recycle. Melihat dari kayu recycle maka akan ada banyak cacat yang muncul pada permukaannya. Anda bisa menutupi banyak cacat tersebut menggunakan cat duco. Kayu bekas yang akan Anda aplikasikan harus diberishkan terlebih dahulu dan juga diperhalus. Baru selanjutnya Anda bisa melapisinya dengan aplikasi cat duco.
2. Kayu jati belanda atau pinus. Jenis Furniture yang Menggunakan Cat Duco Kayu
banyaknya blue stain pada kayu jati belanda dan pinus. Penggunaan cat duco pada kayu jati belanda atau pinus alasan utamanya adalah karena jenis kayu ini memiliki banyak cacat dari jamur blur stain. Jamur yang tumbuh dengan warna biru ini tidak dapat dihilangkan yang membuat jenis kayu jati belanda atau pinus tidak terlalu bagus untuk dicat warna transparan. Jadi dengan pengecatan menggunakan warna cat duco akan menutup warna cacat tersebut.
3. Kayu mahoni. Anda yang tidak menyukai warna merah dari kayu mahoni dan ingin mengganti dengan warna putih bisa saja. Anda cukup menggunakan primer coat yang akan melapisi dasar kayu dan menutup warna kemerahan dari mahoni. Kemudian Anda bisa menutupnya dengan warna cat duco kayu warna putih yang akan memberikan tampilan berbeda.
4. Kayu ulin. Kayu ulin memiliki serat lurus berpadu dan kurang memiliki nilai artistik. Namun untuk kekuatan kayu ulin banyak dicari dan juga digunakan. Jika Anda tidak menyukai penampilan serat lurus dan biasa dari kayu ulin maka Anda bisa mengaplikasikan cat duco yang akan memberikan warna berbeda bahkan baru pada furnitur kayu ulin di rumah Anda.
Jika melihat dari jenis kayu yang cocok menggunakan cat duco lalu jenis kayu apakah yang kurang cocok? Salah satu ciri utama dari kayu yang kurang cocok diberikan warna duco adalah kayu jati kampung.
Kayu jati kampung memang memiliki kekuatan yang baik dan juga tahan rayap. Selain itupula warna kayu jati yang kuning keemasan dengan serat kayu yang artistik sangat sayang jika ditutup dengan warna dari cat duco kayu.
Maka sebaiknya pemilihan warna kayu natural transparan sangat cocok pada kayu jati kampung. Warna akan terlihat natural transaparan dan Anda akan meletakannya di dalam ruangan agar ruangan lebih dekat dengan alam.
Cat Melamik
Pengejaan Cat Melamine adalah Metode penyemprotan dengan cairan melamine sebagai finishing akhir pada permukaan furniture,dapat berupa doff atau glossy,warna dapat bervariasi ,dengan warna-warna kayu natural,karna finishing sistem melamine dalam interior design di gunakan untuk furnitur yang ingin menampilkan kesan natural pada serat kayu.
Untuk proses cat melamin ini biasanya tidak sesulit cat duco karena sifat dempul pada cat melamine tidak sekeras pada cat duco sehingga proses pengamplasan relative lebih mudah dari proses cat duco.
Tahap Pengerjaan
1. Bungkus terlebih dahulu komponen” pendukung pada furniture seperti handle, kaca, engsel dll dengan menggunakan lakban kertas dan koran agar tidak terkena cat pada saat proses, sebab akan sulit untuk membersihkan nya.
2. Haluskan permukaan kayu terlebih dahulu dengan menggunakan amplas no 180 atau 150 lakukan pengamplasan searah dengan arah serat kayu jangan berlawanan, amplas seluruh permukaan kayu hingga serat” kayu yang kasar menjadi halus (raba dengan tangan), setelah itu bersihkan permukaan kayu dari debu dan kotoran hasil pengamplasan dengan menggunakan kain bal.
3. Baluti permukaan kayu yang akan diproses dengan menggunakan dempul atau wood filler, agar serat dan pori-pori pada kayu tertutup, pengaplikasiaanya dapat menggunakan Kape atau Scrap, setelah di baluti amplas dengan menggunakan amplas no 180 hingga serat kayu terlihat kembali, ingat lakukan pengamplasan searah dengan arah serat kayu.
4. Proses sending sealer, proses ini bertujuan untuk menguatkan permukaan cat melamine, sending sealer bisa menggunakan hardener ataupun tidak, hanya saja jika menggunakan hardener proses pengeringan akan lebih cepat. Sebelumnya saya akan membahas untuk proses pewarnaan, biasanya perwanaan dilakukan lebih dahulu sebelum proses sending, biasanya bisa diaplikasikan dengan menggunakan kuas kemudian diratakan menggunakan kain bal atau disemprot, hanya saja bila teknik pewarnaan dengan menggunakan kuas dan teknik pekerjaan tidak benar maka hasil dari warna pengecatan bisa saja menjadi belang dan tidak rata, sedangkan apabila proses warna dilakukan dengan disemprot akan menghabiskan banyak bahan untuk warna. Disini saya menyarankan untuk proses warna dilakukan berbarengan dengan proses sending, dengan perbandingan campuran sending dan warna adalah 4 : 1, cara pengaplikasiannya bisa dilakukan dengan di semprot, setelah itu tunggu hingga kering kemudian amplas dengan menggunakan amplas no 40, ulangi proses ini sekali lagi.
5. Clear, pada proses ini sama seperti proses sending, yaitu dengan menggunakan campuran warna dengan prbandingan 4 : 1, lakukan proses ini 2 kali, sebelum melakukan proses akhir pada clear amplas terlebih dahulu dengan menggunakan amplas no 1000, jangan lupa untuk membersihkan permukaan kayu sebelum memulai setiap proses.
Jenis finishing melamine ini jika di aplikasikan dengan baik hasilnya akan halus karena daya tutup pori-pori kayu sangat bagus yang menjadikan barang yang di finishing melamine hasilnya halus dan memberikan kesan mewah.
Jenis finishing melamine ini hanya cocok di tempatkan di dalam ruangan atau di dalam rumah,karena tidak tahan terhadap air,dan panas.jika terkena air secara langsung akan membekas putih di bagian yang terkena air.
Kelemahan lain dari finishing melamine ini baunya sangat menyengat dan tidak sedap,karena melamine menggunakan dua komponen. atau menggunakan hardener sebagai pengeringnya.dan bahan melamine ini termasuk bahan yang mengandung formaldehyde yang paling tinggi diantara bahan finishing yang lainnya.
jika di dalam ruangan masih terdapat bau yang tidak sedap dari barang yang di finishing melamine ini antisipasinya kita harus membuka jendela dan pintu agar sirkulasi udaranya bisa lancar.
Kelemahan lain dari finishing melamin ini jika kita ingin merevisi atau mengubah warnanya kita harus mengampals ulang sampai dasar dan dilakukan penyemprotan atau pelapisan baru.selain itu jenis finishing ini masih belum kuat menahan goresan atau benturan.cara aplikasinya bisa menggunakan kuas atau semprot.
Untuk membuat lemari dengan finishing cat tentu akan beda hitungannya dibandingkan dengan pembuatan lemari dengan finishing hpl misalnya. Untuk biaya ini dihitung 2 kali yaitu biaya pembuatan lemarinya dan biaya pengecatannya. Jadi misalnya pembuatan lemari ukuran 8 m2 dengan finishing cat duco warna putih luar dalam, maka biayanya dihitung pembuatan lemarinya dengan bahan multipleks misalnya Rp 2 juta per m2 dan biaya pengecatan cat duco luar dalam Rp 750 ribu per m2. Itu sebagai contoh kasus saja. Jika demikian maka biaya yang dikenakan adalah untuk pengecatannya adalah 8 m2 X 750.000 = Rp 6 juta.

Biaya Pembuatan Lemari Pakaian

Jasa Pembuatan Lemari Pakaian Jabodetabek

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *